Jumat, 13 Juli 2018

How to Start a New Business


Sebagian besar pemula dan belum pernah menjalankan usaha pasti kebingungan bagaimana cara memulai usaha dari nol hingga bisa sukses. di artikel ini saya ingin berbagi tips memulai bisnis dari nol hingga bisa beroperasi dengan baik.

1.      Menetapkan Jenis Usaha
Poin ini sangat penting karena berhubungan dengan minat Anda dan tren bisnis jangka panjang. Kebanyakan orang lebih memilih bisnis yang sedang booming, karena dianggap langsung menghasilkan uang. Hal ini bisa saja dilakukan, namun tetap harus memperhatikan minat Anda sebagai pelaku usaha. Bisnis yang dijalankan berdasarkan minat umumnya bisa bertahan lebih lama ketimbang bisnis yang dijalankan karena ikut-ikutan saja. Misalnya Anda menyukai hal-hal tentang kuliner, maka jenis usaha yang cocok Anda jalankan adalah usaha makanan. Jenis usaha yang dijalankan juga berpengaruh pada tingkat keberhasilannya, semakin banyak peminatnya maka semakin besar peluang untuk meningkatkan atau mengembangkan usaha tersebut.

2.      Menetapkan Visi dan Misi Usaha
Di balik semua usaha yang berhasil pasti ada visi dan misi yang kuat di dalamnya. Begitu pun dengan usaha yang akan Anda rintis, harus ada visi dan misi yang diusung. Dengan adanya visi dan misi, maka sebuah bisnis akan dapat fokus pada tujuan dibangunnya usaha tersebut. Umumnya para pemula membangun usahanya tanpa visi dan misi yang jelas, yang pada akhirnya membuat mereka tidak konsisten pada tujuan awal membangun usaha tersebut.

3.       Melakukan Survey
Setelah menentukan jenis usaha, selanjutnya Anda perlu melakukan survey lapangan. Tujuan survey ini adalah untuk mengetahui tingkat persaingan, pangsa pasar, dan potensi usaha yang akan dirintis. Survey yang dilakukan tidak harus detail, tapi cukup pada permukaan saja karena Anda tidak ingin kehabisan waktu hanya untuk survey. Lakukan survey pada perilaku konsumen, survey tingkat persaingan, dan survey lokasi usaha.

4.      Mempersiapkan modal
Salah satu cara memulai usaha yang wajib dilakukan adalah mempersiapkan modal, baik itu modal materiil maupun modal pengetahuan tentang usaha. Namun, dalam hal ini lebih kepada modal uang untuk keperluan memulai bisnis. Modal tersebut bisa didapatkan dengan berbagai cara. Misalnya meminjam dari bank, mencari investor, meminjam dari keluarga dan kerabat, atau dari tabungan sendiri. Sebagai referensi, Anda bisa membaca artikel yang membahas tentang cara mendapatkan modal usaha. Namun, bagi para pemula disarankan untuk memakai modal sendiri. Alasannya, semua bisnis punya risiko kegagalan. Jika modal meminjam dari bank maka kemungkinan Anda akan ketetaran untuk memulai usaha baru karena harus membayar pinjaman tersebut.

5.      Menentukan Lokasi Usaha
Mengacu pada poin 3 tentang survey, menentukan lokasi usaha sebaiknya pada tempat yang strategis dan cukup ramai dilalui orang. Lain halnya bila bisnis yang dijalankan tersebut adalah bisnis online yang tidak mengharuskan calon pembeli untuk datang ke lokasi. Bisnis yang membutuhkan pengunjung untuk datang membeli di tempat sebaiknya berada pada lokasi yang cukup strategis. Misalnya, bila target market bisnis Anda adalah pelajar/ mahasiswa, maka lokasi terbaik adalah di sekitar sekolah atau kampus.

6.      Mempersiapkan Segala Keperluan
Merintis usaha baru ini butuh persiapan yang serius, karena tanpa persiapan sebuah usaha bisa berjalan tanpa arah dan gagal. Persiapan ini meliputi kesiapan produk, kesiapan alat, pemasaran, dan lain-lain. Selain itu, kesiapan dari diri sendiri pun harus diperhatikan karena Anda adalah orang yang menjadi aktor penting dalam menjalankan usaha tersebut.

7.      Mulai Membuka Usaha
Jika anda telah melakukan semua poin di atas dan telah siap untuk meluncurkan usaha Anda. Kini saatnya Anda mulai membuka usaha tersebut kepada khalayak umum. Saat pertama kali membuka usaha, seringkali penjualan tidak sesuai dengan harapan. Hal ini bisa karena usaha Anda belum banyak diketahui atau konsumen belum mempercayai usaha Anda tersebut. Ini biasa terjadi, tidak perlu langsung berkecil hati. Akan ada waktunya konsumen mulai datang dan percaya pada bisnis Anda. Yang terpenting adalah Anda tidak menunda untuk membuka usaha, dan tidak langsung putus asa ketika bisnis sepi.

8.      Menjadi Unik dalam Persaingan
Cara memulai usaha yang baik tidak hanya pada saat mendirikannya, tapi juga pada saat menjalankannya. Salah satu cara menjalankan usaha yang baik adalah menjadi unik di tengah-tengah persaingan bisnis. Boleh saja jenis usahanya sama, namun usaha yang Anda jalankan harus terlihat unik dibandingkan dengan usaha sejenis.

9.      Terus Memantau Pasar dan Belajar
Perubahan pasar selalu terjadi pada semua jenis usaha. Jika ingin tetap bertahan pada suatu bisnis maka wajib hukumnya untuk selalu memantau perkembangan pasar. Selain itu, para pengusaha juga tetap harus mau belajar mengikuti perubahan yang terjadi. Sebagai contoh, jika jaman dulu belum ada pemasaran online maka para pengusaha jaman sekarang harus memiliki pemahaman tentang dasar internet marketing agar dapat bertahan dan maju.

10.  Promosi Secara Berkala
papun jenis usaha yang dirintis pasti membutuhkan pemasaran yang baik agar bisa berhasil dan bertahan dalam persaingan. Cara promosi pun harus dipilih yang sesuai dengan jenis usaha, dimana pada awalnya mungkin butuh trial and error. Jenis pemasaran yang beragam belum tentu semuanya sesuai dengan semua jenis bisnis.


Source :
https://www.matahidup.com/10-langkah-merintis-usaha-sendiri-dari-nol/
https://dosenekonomi.com/bisnis/tips-bisnis/cara-memulai-usaha-dari-nol/
http://www.franchise-expo.co.id/Press/Tips/-Langkah-Yang-Dibutuhkan-Untuk-Membuka-Usaha-Sendiri/



The Importance of English in Information Systems


Information is an integrated system with each other that can link information with other information in obtaining accurate information. Information is very important in everyday life, one with the development of technology. The development of technology in information systems should be related to English matters. The goal is to be able to communicate with everyone in the world to explain current technological developments.

English is a universal language that everyone in the world uses. The importance of mastering English in order to communicate with everyone. One of them in the field of information systems. All aspects in the field of information systems should use English, such as on computers, smart phones and the internet. Information systems can also help a person in exchanging information in various ways, for example in creating the latest technology or developing technology becomes more sophisticated. To be able to develop technology becomes more sophisticated, we can use and read programming language in computer. However, the programming language in the computer must use English, if we can master English very well, then we can read the instructions on the computer and find out the programming grammar mistakes. However, if we do not understand what the program error, then we will not be able to run the program for various purposes.

The use of English in everyday life is very important. Moreover, at this time, more advanced technological developments and can encourage us to develop or create the latest technology that will be marketed worldwide. Not only that, other benefits gained is to obtain various information needed in terms of work, education, and others.

So, based on the above discussion, it can be concluded that it is very important to master English in everyday life as in the field of information systems. Then, from now on do not be afraid to learn English well. because English is a fun language, can communicate with everyone in the world, help in reading commands, and that programming language that can help you in the future.

Personal Description

My name is Bintoro Nugroho. I can be called Abi. I was born in Jakarta on April 9, 1996. I live in Sawangan, Depok. Since childhood I have lived in Depok. SD, SMP and SMA I was in Depok. I love music since I was little, because my father is also happy with music and often listen to songs since I was a kid when at home and in the car on the way to somewhere. When I started elementary school I was often invited to watch band concerts, until now I still often watch concerts with father or friends. Because of that, I became interested in listening to music until now, so it can be said that my hobby is listening to the song from Spotify on my mobile phone, sometimes I also like to come to the concerts of existing music. The genre specification I like is Rock. There are many of my favorite bands, like Led Zeppelin, Foo Fighters, Queen, and so on. And I have a dream to be like them, become an idol and can make many people happy with enjoying his work.

My current busyness is studying at Gunadarma University majoring in Information Systems. At the moment, there are some future plans that I need to finish. Starting from my first now in semester 8 so this should be my last semester at Gunadarma University. I want to complete my studies well and be able to graduate on time from Gunadarma University and by getting satisfactory results according to what I have learned so far. I also hope that the lessons I have learned at Gunadarma University are my provision in finding a job later. If I have successfully graduated from Gunadarma University, I want to succeed in getting a job in a state or private agency that can guarantee my life later. When that has been fulfilled I will do my best to pursue the job and if I have been rewarded for my performance, the outline I will do is first I will always repay the good of my parents who have been raising me up to the point the. Then I will fulfill all my desires that have not been achieved so far in order to get satisfaction for the hard work I have done.

Kamis, 06 Oktober 2016

Review Film "Ex Machina" dan Keterkaitanya dengan Interaksi Manusia dan Komputer




Ex Machina adalah film sci-fi yang mengambarkan lebih jauh tentang kecerdasan buatan dan bagaimana posisi mereka di dalam dunia manusia dan apa yang terjadi jika kecerdasan buatan tersebut memiliki keyakinan bahwa mereka juga manusia dan memiliki keinginan bertahan hidup yang sama dengan manusia, hal ini yang ingin diangkat oleh sang sutradara yaitu Alex Garland. Film ini merupakan film bertema A.I. (Artificial Intelligence) yang bagi banyak orang merupakan film paling akurat hingga saat ini, baik secara logika maupun emosional.

Film ini menceritakan tentang seorang programmer yang bernama Caleb yang memenangkan sebuah kompetisi di sebuah perusahaan mesin pencari paling popular yang bernama Bluebook (Sejenis Google). Caleb mendapat hadiah yaitu ia di undang untuk datang ke fasilitas riset rahasia milik CEO-nya yaitu Nathan Oscar. Namun yang ia dapat bukanlah sebuah liburan, melainkan ia diharuskan mengevaluasi sebuah robot A.I yang bernama Ava yang dibuat oleh Nathan melalui test yang dinamakan Turing Test, yaitu sebuah test untuk menguji apakah ia memang sedang berinteraksi dengan seorang manusia atau sebuah komputer/robot.

Dari situlah, perkenalan awal Caleb dengan Ava di mulai. Dari pertemuan awal tersebut, Caleb hanya melontarkan pertanyaan-pertanyaan sederhana terkait siapa sesungguhnya jati diri Ava. Di balik layar, ada Nathan yang mengawasi dan selalu mencatat setiap perkembangan dari Ava. Semakin lama, Caleb semakin akrab dengan Ava. Sebagai ganti dari Caleb yang mencoba mencari tahu siapa dirinya, Ava pun ingin tahu lebih banyak lagi mengenai Caleb.

Karakter Ava sendiri digambarkan begitu sempurna dengan kemampuannya yang benar-benar mendekati manusia. Mulai dari cara ia bertanya dengan pertanyaan yang mengintimidasi Caleb, hingga bagaimana ia memilih pakaian yang tepat untuk ia pakai. Kemampuannya dalam mengolah segala pengetahuan berasal dari sinkronisasi otaknya dengan Blue Book.

Di film Ex Machina ini, unsur teknologi adalah salah satu unsur yang paling penting selain interaksi antara Caleb dengan Ava. Film ini memakai set lokasi di rumah Nathan yang berada di tengah hutan, rumah ini adalah rumah yang sangat terintegrasi dengan teknologi tingkat tinggi, contoh adalah rumah tersebut dapat mematikan dan menyalakan lampu hanya dengan perintah suara, dan juga sistem keamanannya yang harus memakai kartu khusus untuk memasuki setiap ruangan dan setiap kartu memiliki hak akses yang berbeda, selain itu juga ketika terjadi mati lampu, maka seluruh pintu akan otomatis terkunci guna meningkatkan keamanan di rumah tersebut. Contoh tersebut adalah sebagian dari interaksi manusia dan komputer.

Selain hal tersebut, interaksi manusia dan komputer yang paling utama dan merupakan fokus di film ini adalah interaksi antara manusia dan robot A.I. yaitu antara Caleb dan Ava melalui Turing Test tersebut. Disini, Ava yang notabene nya adalah kecerdasan buatan yang sangat menggambarkan keindahan teknologi, memiliki kemampuan komunikasi yang sangat baik hingga suatu titik dimana Ava dapat memanipulasi emosi Caleb yang berinteraksi dengannya dengan memanfaatkan berbagai aspek seperti psikologis hingga seksualitas untuk mencapai tujuannya.



Kesimpulan :

Film Ex Machina ini merupakan sebuah film bergenre sci-fi yang psikologis. Di dalamnya terdapat beberapa aspek yang dapat memberi tahu kita bahwa kecerdasan buatan bukanlah suatu hal yang mustahil. Film ini juga seakan memberi tahu kita bahwa suatu saat nanti, tidak menutup kemungkinan dimana akan ada robot-robot yang mempunyai kinerja seperti manusia, seperti contoh dapat berinteraksi dan juga memiliki rasa empati. Di film ini juga mengajarkan kita sebagai manusia untuk tidak boleh bersifat egois dalam mencari atau membuat suatu kecerdasan buatan, karena dapat berakibat fatal untuk dunia dan masa depan.


Jumat, 10 Juni 2016

TUGAS 3 : CITA-CITA

Setiap orang pasti mempunyai cita-cita dan harapan. Menurut saya cita-cita adalah tujuan hidup, walaupun sebagian orang menganggap cita-cita itu hanyalah sebuah impian masa kecil yang belum tentu menjadi kenyataan. Cita-cita saya pada saat duduk di bangku SD adalah menjadi seorang pilot karena terinspirasi dari om saya yang juga seorang pilot, tetapi cita-cita saya tersebut tidak dapat diteruskan karena pada saat saya SMP saya mengalami kecelakaan dan tangan saya patah.

Tetapi walaupun seperti itu, bagi saya dan banyak orang cita-cita dapat digunakan sebagai acuan kita untuk menjadi yang lebih baik agar kita dapat berusaha untuk menggapai cita-cita tersebut. walaupun cita-cita untuk menjadi pilot tersebut tidak dapat terwujud, pada akhirnya kita memilih jalan lain untuk menjadi yang lebih baik. Cita-cita sangatlah dibutuhkan, tentunya pada saat kita memilih jalan lain semua tujuan dan semua hal pasti akan berubah.

Singkat cerita, kemudian saya beranjak SMA dan disini saya menghadapi masalah penjurusan IPA atau IPS. Pada saat itu orang tua saya ingin saya masuk jurusan IPA karena lebih mempermudah disaat nanti mengambil jurusan kuliah dan seterusnya, karena saya juga sedikit menguasai pelajaran IPA pada saat itu, akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti kemauan orang tua untuk mengambil jurusan IPA. Pada saat ini, saya sudah melupakan cita-cita dahulu untuk menjadi pilot karena tidak mungkin terwujud. Saya belajar seperti biasa dan akhirnya saya lulus.

Ketika SMA dulu, saya mulai tertarik dengan komputer dan android karena teman sebangku saya suka sekali IT. Disitu saya belajar beberapa hal dengan teman saya mengenai garis besar IT, dan sebagainya. Kemudian setelah lulus, saya masuk ke universitas Gunadarma jurusan Sistem Informasi. Jujur saya masuk Gunadarma karena saya tidak diterima di Universitas yang saya coba, tetapi karena Gunadarma adalah salah satu universitas swasta yang unggul dalam bidang IT, maka saya memutuskan untuk masuk Universitas Gunadarma dan mengambil jurusan sistem informasi. Saya mulai belajar mengenai teknologi informasi dan semacamnya, dan karena saya sudah tidak mungkin jadi pilot, kemudian saya juga sudah berjalan sejauh ini, saya mulai berpikir cita-cita saya akan menjadi analis sistem atau semacamnya yang berbau teknologi informasi. Misi saya saat ini adalah belajar dengan baik dan benar supaya dapat menguasai jurusan yang saya pilih dan menjadi sukses di kemudian hari.



(PS: Maaf pak telat lama sekali, saya lupa karena fokus UTS hehe…semoga tetap dinilai. Terima kasih.)

Senin, 25 April 2016

COBIT

PENGERTIAN COBIT

Control Objective for Information & Related Technology (COBIT) adalah sekumpulan dokumentasi best practice untuk IT Governance yang dapat membantu auditor, pengguna (user), dan manajemen, untuk menjembatani gap antara resiko bisnis, kebutuhan kontrol dan masalah-masalah teknis IT yang dibuat oleh Information Systems Audit and Control Association (ISACA) dan IT Governance Institute (ITGI) pada tahun 1992.

COBIT pertama kali diterbitkan pada tahun 1996, kemudian edisi kedua dari COBIT diterbitkan pada tahun 1998. Pada tahun 2000 dirilis COBIT 3.0 dan COBIT 4.0 pada tahun 2005. Kemudian COBIT 4.1 dirilis pada tahun 2007 dan saat ini COBIT yang terakhir dirilis adalah COBIT 5.0 yang dirilis pada tahun 2012. COBIT merupakan kombinasi dari prinsip-prinsip yang telah ditanamkan yang dilengkapi dengan balance scorecard dan dapat digunakan sebagai acuan model (seperti COSO) dan disejajarkan dengan standar industri, seperti ITIL, CMM, BS779, ISO 9000.

COBIT mendukung tata kelola dengan menyediakan kerangka kerja untuk mengatur keselarasan TI dengan bisnis. Selain itu, kerangka kerja juga memastikan bahwa TI memungkinkan bisnis, memaksimalkan keuntungan, resiko IT dikelola secara tepat, dan sumber dayaTI digunakan secara bertanggung jawab.

COBIT merupakan standar yang dinilai paling lengkap dan menyeluruh sebagai framework IT audit karena dikembangkan secara berkelanjutan oleh lembaga swadaya profesional auditor yang tersebar di hampir seluruh negara. Dimana di setiap negara dibangun chapter yang dapat mengelola para profesional tersebut.


KOMPONEN COBIT

COBIT merupakan panduan yang paling lengkap dari praktik-praktik terbaik untuk manajemen TI yang mencakup 4 domain, antara lain :


1.   Planning and Organization (Perencanaan dan Organisasi)
Domain ini menitikberatkan pada proses perencanaan dan penyelarasan strategi TI   dengan strategi perusahaan, mencakup masalah strategi, taktik dan identifikasi tentang bagaimana TI dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pencapaian tujuan bisnis organisasi sehingga terbentuk sebuah organisasi yang baik dengan infrastruktur teknologi yang baik pula.

2.   Acquisition & Implementation (Pengadaan dan Implementasi)
Domain ini berkaitan dengan implementasi solusi IT dan integrasinya dalam proses bisnis organisasi untuk mewujudkan strategi TI, juga meliputi perubahan dan maintenance yang dibutuhkan sistem yang sedang berjalan untuk memastikan daur hidup sistem tersebut tetap terjaga.

3.    Delivery and Support (Pengiriman Layanan dan Dukungan)
Domain ini mencakup proses pemenuhan layanan IT, keamanan sistem, kontinyuitas layanan, pelatihan dan pendidikan untuk pengguna, dan pemenuhan proses data yang sedang berjalan.

4.    Monitoring and Evaluation (Pengawasan dan Evaluasi)
Domain ini berfokus pada masalah kendali-kendali yang diterapkan dalam organisasi, pemeriksaan intern dan ekstern dan jaminan independent dari proses pemeriksaan yang dilakukan.


KRITERIA INFORMASI BERDASARKAN COBIT

Untuk memenuhi tujuan bisnis, informasi perlu memenuhi kriteria tertentu, adapun 7 kriteria informasi yang menjadi perhatian COBIT, yaitu :

1.   Effectiveness (Efektivitas)
Informasi yang diperoleh harus relevan dan berkaitan dengan proses bisnis, konsisten dapat dipercaya, dan tepat waktu.

2.   Effeciency (Efisiensi)
Penyediaan informasi melalui penggunaan sumber daya (yang paling produktif dan ekonomis) yang optimal.

3.   Confidentially (Kerahasiaan)
Berkaitan dengan proteksi pada informasi penting dari pihak-pihak yang tidak memiliki hak otorisasi/tidak berwenang.

4.   Intergrity (Integritas)
Berkaitan dengan keakuratan dan kelengkapan data/informasi dan tingkat validitas yang sesuai dengan ekspetasi dan nilai bisnis.

5.   Availability (Ketersediaan)
Fokus terhadap ketersediaan data/informasi ketika diperlukan dalam proses bisnis, baik sekarang maupun dimasa yang akan datang. Ini juga terkait dengan pengamanan atas sumber daya yang diperlukan dan terkait.

6.   Compliance (Kepatuhan)
Pemenuhan data/informasi yang sesuai dengan ketentuan hukum, peraturan, dan rencana perjanjian/kontrak untuk proses bisnis.

7.   Reliability (Handal)
Fokus pada pemberian informasi yang tepat bagi manajemen untuk mengoperasikan perusahaan dan pemenuhan kewajiban mereka untuk membuat laporan keuangan.


MANFAAT DAN PENGGUNA COBIT

Secara manajerial target pengguna COBIT dan manfaatnya adalah :


-   Direktur dan Eksekutif
Untuk memastikan manajemen mengikuti dan mengimplementasikan strategi searah dan sejalan dengan TI.

-   Manajemen
Untuk mengambil keputusan investasi TI, untuk keseimbangan resiko dan kontrol investasi dan untuk benchmark lingkungan TI sekarang dan masa depan.

-   Pengguna
Untuk memperoleh jaminan keamanan dan control produk dan jasa yang dibutuhkan secara internal maupun eksternal.

-    Auditors
Untuk memperkuat opini untuk manajemen dalam control internal dan untuk memberikan saran pada control minimum yang diperlukan.


Daftar Pustaka :


Jumat, 25 Maret 2016

Manajemen Layanan Sistem Informasi


      A.    Pengertian Manajemen Layanan Sistem Informasi:
Manajemen Layanan SIstem Informasi adalah suatu metode pengelolaan sistem teknologi informasi (TI) yang secara filosofis terpusat pada perspektif konsumen layanan TI terhadap bisnis perusahaan. Manajemen Layanan Sistem Informasi merupakan kebalikan dari pendekatan manajemen TI dan interaksi bisnis yang terpusat pada teknologi. Istilah Manajemen Layanan Sistem Informasi tidak berasal dari suatu organisasi, pengarang, atau pemasok tertentu dan awal penggunaan frasa ini pun tidak jelas kapan dimulainya.
      B.     Metode yang digunakan Manajemen Layanan Sistem Informasi :
1. Total Quality Management (TQM) adalah strategi manajemen yang ditunjukan untuk menanamkan kesadaran kualitas pada semua proses dalam organisasi
2.     Six Sigma adalah suatu alat manajemen baru yang digunakan untuk mengganti Total Quality Management (TQM), sangat terfokus terhadap pengendalian kualitas dengan mendalami sistem produksi perusahaan secara keseluruhan. Memiliki tujuan untuk, menghilangkan cacat produksi, memangkas waktu pembuatan produk, dan menghilangkan biaya
3.  Business Process Management (BPM), adalah suatu metode penyelarasan secara efisien suatu organisasi dengan keinginan dan kebutuhan organisasi tersebut. BPM merupakan suatu pendekatan manajemen holistic untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi bisnis seiring upaya untuk mencapai inovasi, fleksibilitas dan integrasi dengan teknologi.
4.  Capability Maturity Model Integration (CMMI) adalah suatu pendekatan perbaikan proses yang memberikan unsure-unsur penting proses efektif bagi organisasi. Praktik-praktik terbaik CMMI dipublikasikan dalam dokumen-dokumen yang disebut model, yang masing-masing ditunjukan untuk berbagai bidang yang berbeda.
      C.    Kerangka Kerja (Framework) Manajemen Layanan Sistem Informasi:
1.      Information Technology Infrastructure Library (ITIL).
2.      Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT).
3.      Software Maintenance Maturity Model.
4.      PRM-IT  IBM’s Process Reference Model for IT.
5.      Application Services Library (ASL).
6.      Business Information Services Library (BISL).
7.      Microsoft Operations Framework (MOF).
8.    eSourcing Capability Model  for Service Providers (Escm-sp) dan eSourcing Capability Model for Client Organizations (eSCM-CL) dari ITSqc for Sourcing Management.



   Sumber :
   https://id.wikipedia.org/wiki/ITSM
   https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_kualitas_total
   https://id.wikipedia.org/wiki/Six_Sigma
   https://id.wikipedia.org/wiki/Business_process_management
   https://id.wikipedia.org/wiki/CMMI